Label

Followers

Rilis Pelatihan Kader Lingkungan di Mukomuko

Diposting oleh GreenIT Senin, 01 Februari 2010

PELATIHAN KADER LINGKUNGAN DI MUKOMUKO
MELAHIRKAN FORUM RAKYAT PENYELAMAT LINGKUNGAN


TOT (training of trener) yang dilakukan di Bengkulu ini menghasilkan berberapa hal penting antaralain; terbangunnya kebersamaan ditingkat masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan mempertahankan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan dan menjadi penyangga kehidupan. Kelompok mesyarakat yang mengikuti TOT ini tersebar di empat kecamatan dan 8 desa; Kecamatan Sekagan Raya (Desa Sungai Ipuh), Kecamatan Teramang Jaya (Desa Bantal dan Nelan Indah), Kecamatan Pondok Suguh (Desa Air Berau dan Lubuk Bento), kecamatan Mukomuko Selatan (desa Serambi Baru) serta dua organisasi, Ormas GRASI dan Yayasan LPI.
Pelatihan yang dilakukan di Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh. Kabupaten Mukomuko pada Selasa, 08 Desember 2009 ini, menyepakati lahirnya Forum Rakyat Penyelamat Lingkungan Hidup Di Kabupaten Mukomuko
Direktur Kanopi Bengkulu, Supintri Yohar mengatakan adapun Agenda yang disepakati adalah : Pertemuan lanjutan, untuk merancang aktivitas bersama. Pertemuan lanjutan ini akan dilakukan di Aula Pertemuan LPI pada tanggal 22 Desember 2009. Mencari fakta kerusakan lingkungan di masing-masing wilayah. menambah kawan-kawan (anggota Forum) dari desa-desa lain. Menyampaikan informasi kerusakan lingkungan ke Pemda Mukomuko dan Publik. Serta Stop Penambangan pasir di sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan rakyat.

Terkait hal tersebut Asra, S.Sos.I. dari LPI Pondok Suguh yang ditunjuk sebagai Kontak Forum Rakyat Penyelamat Lingkungan Hidup, menjelaskan Isu yang akan di usung bersama dalam Forum ini : Lestarikan sungai, Tolak Pabrik dan limbahnya, Selesaikan Sengketa tanah, kembalikan pengelolaan tanah kepada rakyat dan Izin HGU perkebunan besar di Kabupaten Mukomuko tidak diperpanjang.

SYAIR LAGU-LAGU RAKYAT


1. IKRAR

KAMI PUTRA-PUTRA DESA
BERJANJI PADA-MU NEGERI
BERJUANG UNTUK-MU BANGSA
BEBASKAN DARI DERITA


2. KEMENANGAN RAKYAT

Duduk ditindas atau bangkit melawan
Karena diam adalah penghianatan
Duduk ditindas atau bangkit melawan
Karena diam adalah penghianatan
Menang, pasti menang, rakyat menang.

Duduk ditindas atau bangkit melawan
Karena diam adalah penghianatan
Duduk ditindas atau bangkit melawan
Karena diam adalah penghianatan

Lawan, ayo lawan, pasti menag.

3. DARAH JUANG

Disini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Negeri kami subur makmur

Di negeri subur ini
Berjuta rakyat bersimbah darah
Anak kurus tidak sekolah
Pemuda desa tidak bekerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi.

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji

Read More »»

Training Of Trainer OR

Diposting oleh GreenIT

TRAINING Of TRENER (TOT)
MENGEMBANGKAN ORGANISASI RAKYAT BENGKULU UNTUK MENGONTROL EKSPLOITASI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN di BENGKULU

Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh. Kabupaten Mukomuko

LATAR BELAKANG

Propinsi Bengkulu yang memiliki luasan yang cukup yaitu 1,9 juta hektare, dengan perkembangan pembangunan yang ada di Propinsi Bengkulu dengan 9 Kabupaten dan satu Kotamadya setelah dilakukan pemekaran, pembagunan di Propinsi Bengkulu meningkat dengan cepat terutama dalam bidang pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran. Keadaan masyarakat Propinsi Bengkulu dapat dikatakan berada pada posisi menegah kebawah yang sebagian besar perprofesi sebagai petani dan nelayan. Masyarakat yang selama ini menjadi objek kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah telah berjalan lama, sehingga perlunya dibangun kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka dalam pemenuhan terhadap pemenuhan kehidupan dan kelestarian lingkungan. Untuk itu diperlukan kegiatan guna mendorong munculnya aktivitas-aktivitas rakyat yang terorganisir di Propinsi Bengkulu untuk mengontrol aktivitas pemerintah dan pengusaha dalam mengeksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan terutama sumberdaya yang menjadi penyangga kehidupan.


MEMBANGUN GERAKAN RAKYAT
Agenda membangun gerakan rakyat merupakan rangkaian aktivitas yang telah dibangun sejak lama, dari benerapa tahun terakhir. Rangkaian aktivitas yang telah dilakukan dalam membangun gerakan tersebut antaralain:
1. Melakukan identifikasi atas posisi rakyat dalam proses pelestarian sumber daya alam. Dan melakukan pendokumentasian terhadap organiasai dan gerakan-gerakan yang ada ditingkat rakyat. Terutama di sekitar kawasan hutan dan di wilayah konflik pengelolaan sumberdaya alam.
2. Melakukan pertemuan-pertemuan ditingkat kabupaten untuk merumuskan agenda bersama dalam menyikapi kondisi linglkungan dan kebijakan-kebijakan yang ada.
3. Melakukan kerjasama dengan rakyat dalam menyelesaikan kasus-kasus yang ada ditingkat mereka. Melakukan advokasi lahan 4.000 hektar yang menjadi konsesi Perkebunan Kelapa Sawit PT. Sapta Santosa Jaya Abadi tahun 2004-2005, Advokasi kansesi PT. Agro Teh di sekitar Hutan Lindung Bukit Daun Kecamatan Bermani Ulu tahun 2004, Penyelamatan Terubu Karang di Pulau Enggano (tahun 2006) serta melakukan pemetaan (secara partisifatif) wilayah kelola rakyat di desa kandang Kabupaten Kepahiang (tahun 2006). Advokasi pembuatan jalan dalam kawasan Taman Nasional kerinci sebelat di kabupaten Mukomuko dan Lebong (tahun 2006-2007). Serta advokasi pertambangan pasir besi di kabupaten Seluma (tahun 2008-2009).
4. Setelah dilakukan pertemua dan adanya kesepahaman ditingkat rakyat tentang pentingnya gerakan bersama, pada bulan Agustus 2005 dilakukan Pertemuan Daerah Organisasi Rakyat Bengkulu. Kegiatan dilaukan di Sungai Ipuh Kanbupaten Mukomuko. Pertemuan ini melahirkan Tim Pembentukan P2ORB (Panitia Persiapan Organisasi rakyat).
5. Pada Bulan Desember 2005, dilakukan pertemuan di MAN Model Kota Bengkulu dengan agenda Konsultasi Organisasi Rakyat. Konsultasi Organisasi Rakyat ini melahirkan kepengurusan dan agenda kerja P2ORB. Kepengurusan P2ORB diketuai oleh Bowo Tamtulistio yang dibantu oleh dua koordinator wilayah, yaitu Barlian untuk wilayah barat dan utara dan Hendri Mubiakto untuk wilayah selatan dan tengah. Agenda yang dimandatkan kepada kepengurusan P2ORB yaitu: Pertama, menggoordinasikan terbentuknya P2ORB dengan organisasi-organisasi rakyat di tingkat lokal/kabupaten dan membangun gerakan bersama dalam menuntut keadilan pengelolaan sumber-sumber kehidupan.
6. Tahap selanjutnya, mengembangkan jaringan dan penguatan kapasitas organisasi dan kader Organisasi Rakyat. Melakukan pelatihan hukum keritis di Teluk Sepang Kota Bengkulu pada bulan Maret 2006 dan Pendidikan Kader Rakyat pada bulan September 2006.
7. Pada bulan Juli 2007 P2ORB menikuti Kongres Rakyat Indonesian (KRI) di Jakarta dengan mengirimkan 40 orang yang mewakili 25 Organisasi Rakyat yang tergabung dalam P2ORB.
8. Pasca Kongres Rakyat Indonesian (KRI) di Jakarta, P2ORB melakukan koordinasi dengan seluruh anggotanya yang kemudian menyepakati dilakukannya Konfrensi Rakyat Bengkulu. Konfrensi dilakukan pada tanggal 8-10 September 2007 yang melahirkan KHRB (Komonitas Hijau Rakyat Bengkulu) sebagai media bersama dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Dan mengamanatkan untuk dilakukannya Kongres Rakyat Bengkulu pada bulan April 2008, untuk menyuarakan posisi rakyat dalam pembangunan dan pengelolaan sumber-sumber kehidupan di Bengkulu dan Indonesia pada umumnya.
Berbijak dari gerakan-gerakan yang telah dilakukan organisasi rakyat selama ini maka dipandang perlu melakukan peningkatan kapasitas ditingkat organisasi rakyat sehingga mereka memiliki kemampuan mengembangkan diri dan memiliki organisasi dengan agenda dan jaringan yang memadai.

KEGIATAN

TOT (training of trener) yang dilakukan di Bengkulu ini menghasilkan berberapa hal penting antaralain; terbangunnya kebersamaan ditingkat masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan mempertahankan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan dan menjadi penyangga kehidupan.
Kelompok mesyarakat yang mengikuti TOT ini tersebar di empat kecamatan dan 8 desa; Kecamatan Sekagan Raya (Desa Sungai Ipuh), Kecamatan Teramang Jaya (Desa Bantal dan Nelan Indah), Kecamatan Pondok Suguh (Desa Air Berau dan Lubuk Bento), kecamatan Mukomuko Selatan (desa Serambi Baru) serta dua organisasi, Ormas GRASI dan Yayasan LPI.

Materi strategi gerakan
Dalam menyelamatkan sumber-sumber kehidupan.
Aksi adalah suatu gerakan perlawanan. Aksi merupakan pintu pembuka perubahan nasib rakyat. Perubahan nasib rakyat adalah puncak dari seluruh aksi yg dilakukan rakyat. Bentuk aksi rakyat :
• Dari aksi yang kecil hingga membesar.
• Dari aksi yang jarang hingga meluas.
• Dari aksi yang asal-asalan hingga aksi yang matang.
• Dari aksi terpisah-pisah jadi aksi terpimpin.
• Dari aksi lokal hingga nasional.
• Dari aksi sosial ekonomi hingga aksi politik (rebut kekuasaan)
• Dari aksi reformis hingga revolusioner (perubahan struktur dan sistim menindas)


Gerakan massa .
Massa adalah segolongan orang yang memiliki kepentingan dan tujuan sama, inilah dasar ikatan bagi kerja-kerja mengorganisasikan kedalam sebuah organisasi massa. Massa merupakan tenaga produktif dimana selain memproduksi barang materiil juga memproduksi nilai-nilai sosial. Oleh karenanya, massa adalah sumber pengetahuan sekaligus pembentuk peradaban dan sejarah. Tetapi selain menjadi sumber ide, massa juga pelaksana ide. Massa juga merupakan sumber bagi lahirnya pemimpin/pimpinan, maka antara massa dan pimpinan mempunyai saling hubungan yang erat.

Didalam mengorganisasikan massa dalam berbagai organisasi massa, maka menjadi penting bahwa organisasi tersebut mampu merumuskan ide-ide perjuangan yang didapatkan dari massa sekaligus didukung secara luas oleh massa. Dengan demikian organisasi adalah milik massa dan massa akan terlibat secara aktif dalam. mengembangkan organisasi serta perjuangan. Organisasi massa adalah organisasi yang memang mengedepankan perjuangan kepentingan massa, baik organisasi massa kelas buruh, kaum tani, perempuan serta pemuda dan mahasiswa, yaitu kepentingan dan tujuan kesejahteraan sosial atau ekonomi.


Kepemimpinan Gerakan
• Mempunyai program perjuangan massa yang diterima oleh seluruh nasion
• Menjadi teladan dalam melaksanakan program perjuangan massa yang diterima secara nasional oleh seluruh nasion itu
• Mempunyai kekuatan yang cukup untuk melaksanakan kepemimpinannya
• Mampu menggalang persatuan dan kekuatan nasional

Istilah “IDEOLOGI”—terdiri dari kata “ideo” yg berarti pemikiran, gagasan, kongsep, keyakinan dll, & kata “logi” yg berarti logika, ilmu/pengetahuan.

IDEOLOGI dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang keyakinan & cita-cita. Menurut pengertian ini, seorang ideolog adalah seorang pembela suatu ideologi atau keyakinan tertentu. Dalam kaitan ini, ideologi terdiri dari berbagai keyakinan & cita-cita yg dipeluk oleh suatu kelompok tertentu, suatu kelas sosial, atau suatu bangsa, atau suatu ras.

Paradigma Dalam Pengelolaan Lingkungan
Eco-fascism’, (fasis lingkungan), Kaum fasis lingkungan ini adalah mereka yang memperjuangkan masalah lingkungan demi lingkungan itu sendiri. Dengan resiko apapun, lingkungan perlu dilindungi.

Eco-developmentalism’, (pembangunan lingkungan), yakni mereka yg memperjuangkan kelestarian lingkungan bukan demi lingkungan itu sendiri, tetapi terutama demi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung—jargon seperti “pembangunan berkelanjutan” (sustainable development) diperkenalkan unt mengabsahkan (melegitimasi) pertumbuhan & pembangunan ekonomi kapitalis. Jadi sesungguhnya yg dilestarikan adalah pembangunan & pertumbuhan ekonomi kapitalis itu sendiri. Alasan lingkungan hanyalah salah satu dari pirantinya, karena itu bersifat instrumental terhadap pertumbuhan & pembangunan ekonomi kapitalis yg menjadi tujuan utama paradigma ini.

Eco-populism’ (lingkungan kerakyatan)
• Kelompok ini memandang “lingkungan unt kesejahteraan masyarakat”. Semboyan mereka yg terkenal misalnya: ‘Hutan untuk Rakyat’ (forest for PEOPLE)!
• Jika kelompok fasis lingkungan, demi kelestarian lingkungan/SDA itu sendiri,mereka beranggapan & bersikap kalau perlu harus menggusur rakyat tempatan dari suatu kawasan. Linkungan harus di“murnikan”, termasuk masyarakat yg telah berabad hidup & tumbuh dlm kawasan tsb.
• Sebaliknya, kelompok lingkungan kerakyatan justru mulai memikirkan secara kritis siapa yang berhak atas lingkungan atau SDA dalam kawasan tersebut? Siapa yang mendapat manfaat dari lestarinya alam di sana? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu segera menjadi agenda mendesak dari mereka.



Tiga tingkatan Kesadaran manusia
1. Kesadaran Magis (Magical Consciousness
 Tingkat kesadaran yg tdk mampu mengetahui kaitan antara satu faktor & fakor lainnya. Misal: masyarakat miskin yg tdk mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dng sistem politik & kebudayaan.
 Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar diri manusia (natural-supranatural) sbg penyebab & ketakberdayaan.
 Proses pendidikan yg menggunakan logika ini tdk memberikan kemampuan analisis, kaitan antara sistem & struktur terhadap satu permasalahan masyarakat. Murid secara dogmatik menerima ‘keberanian’ dari guru, tanpa ada mekanisme unt memahami ‘makna’ ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat.

2. Kesadaran Naif (naival consciousness
 Kesadaran yg lebih melihat ‘aspek manusia’ menjadi akar penyebab masalah masyarakat. Dlm kesadaran ini ‘masalah etika, kreativitas, ‘need for achevement’ dianggap sbg penentu perubahan sosial.
 Dlm menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin, bg mereka disebabkan karena ‘salah’ masyarakat itu sendiri, yakni mereka malas, tdk memiliki jiwa kewiraswastaan/tdk memiliki budaya ‘membangun’, dsb. Oleh karena itu ‘man power development’ adlh sesuatu yg diharapkan akan menjadi pemicu perubahan.
 Proses pendidikan pd tingkatan ini (tdk mempertanyakan) sistem & struktur yg ada adlh sudah baik & benar. Tugas pendidikan adlh bagaimana membuat & mengarahkan murid bisa masuk beradaptasi dgn sistem yg sudah benar tsb.


3. Kesadaran Kritis (critical consciousness)
 Kesadaran ini lebih melihat aspek sistem & struktur sebagai sumber masalah. Pendekatan struktur menghindari “blaming the victims” & lebih menganalisis unt secara kritis menyadari struktur & sistem sosial, politik, ekonomi, & budaya & akibatnya pd keadaan masyarakat.
 Paradigma kritis dlm pendidikan, melatih murid supaya mampu mengidentifikasi ‘ketidakadilan’ dlm sistem & struktur yg ada, kemudian mampu pula melakukan analisis bagaimana sistem & struktur itu bekerja, serta bagaimana mentransformasikannya.
 Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang & kesempatan agar peserta pendidikan terlibat dlm suatu proses penciptaan struktur yg secara fundamental baru & lebih baik.


MATERI TEHNIK FASILITASI, MEDIASI DAN KOMUNITI ASESTENSI.
Menjadi fasilitator yang baik.
 Pendekatan:andragogi (orang dewasa)
 Komunikasi: dua arah
 Bahan: menggali informasi dan pengetahuan dari peserta dan membuat sintesa
 Pengetahuan: tidak harus lebih pandai dari peserta (setara)
 Hasil: kemampuan
 Peserta ibarat bunga disiram supaya segar dan berkembang
 kapasitas berkembang beserta peserta

Yang boleh dilakukan oleh fasilitataor
 Perlakukan peserta sebagai orang dewasa yang memiliki pengetahuan dan pengalaman selama perjalanan hidupnya.
 Gunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta.
 Jadilah pengatur lalulintas komunikasi dan diskusi.
 Bertutur kata sopan dan jelas
 Bertindak sebagai moderator dalam diskusi
 Membantu proses pembelajaran bersama sehingga bersama-sama menjadi tambah pandai
 membantu peserta untuk menyimpulkan suatu diskusi bukan membuat runyam diskusi
 menulis dengan jelas dan besar
 memberi perhatian sebanyak banyaknya dan merata kepada seluruh peserta.
 hindari sebanyak mungkin utk membelakangi peserta saat menerangkan atau membaca pada tayangan terus menerus.
 berikan tatapan mata secara adil dan periodik,
 berikan wajah manis anda.

Apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang fasilitator?
 Merasa lebih pandai dari peserta.
 Menggurui atau memerankan diri sebagai atasan.
 Mendominasi pembicaraan kecuali pada saat menyampaikan hal-hal baru atau memberikan tugas.
 Defensif atau mempertahankan argumen pribadi.
 Memberi komentar yang membuat peserta merasa dikecilkan atau dilecehkan.
 Mengejek atas kondisi fisik atau pembawaan seseorang.
 Mencemooh jawaban atau presentasi yang dilakukan oleh peserta.

Persiapan sebelum fasilitasi
 Mengerti tujuan lokakarya / seminar / pelatihan.
 membuat silabus
 mengerti jenis lokakarya / seminar / pelatihan.
 mengerti situasi dan kondisi
 kenali karakter peserta
 lembar kehadiran
 yakinkan pembagian sesi cukup berimbang.
 siapkan modul atau rencana fasilitasi.
 Siapkan bahan yang dibutuhkan
 Siapkan alat-alat
 Siapkan fisik dan mental
 Bentuk tim fasilitator
 Diskusi dengan kolega atau tim fasilitator.
 Cek peralatan.
 Cek tayangan.
 Cek tata suara, gema, dll.
 Cek tata ruang

MENEGEMEN ORGANISASI
1. Dasar-Dasar Organisasi Massa
Setiap organisasi mempunyai kekhususan sendiri-sendiri, ini ditentukan oleh arah tujuan, materi kepentingan, sasaran perjuangan dan situs aktivitas dari masing-masing organisasi yang berbeda bentuk dan sifatnya tersebut, disusunlah sebuah struktur organisasi. Walaupun demikian, semua organisasi mempunyai kesamaan secara umum, yaitu bahwa setiap organisasi harus mempunyai dan pasti berdiri di atas basis serta bergerak melangkah dipimpin oleh pimpinan organisasinya. Organisasi basis (pokok atau dasar) sebagai dasar kekuatan, dan pimpinan sebagai pengendali organisasi, merupakan dua hal yang mutlak tidak bisa ditinggalkan.
Struktur organisasi harus disusun dan diatur sedemikian rupa agar memenuhi syarat dan mencapai maksud dari arti hakikat struktur organisasi, yaitu :
1. Bagaimana hubungan pimpinan sebagai pengendali dan pengarah penggunaan kekuatan organisasi dengan organisasi basis sebagai wadah dan penghimpun langsung sebagai dasar dan sumber kekuatan organisasi, bisa lincah, cepat dan seksama.
2. Bisa dengan tangkas dan tangguh menghadapi lawan dan secara luwes berhubungan dengan sahabat/sekutu dalam mengurus serta menyelesaikan persoalan.
3. Mampu memelihara dan menjaga kekuatannya tetap solid serta selalu siap-tegap untuk bergerak melangkah melaksanakan tugas.
Berikut ini tingkatan pimpinan oragnisasi massa dari pusat sampai organisasi basis;
 Kongres : merupakan rapat besar nasional yang dihadiri oleh semua anggota organisasi massa tersebut seluruh negeri atau utusan atau wakil terpilih anggota. Kongres sebagai pimpinan tertinggi nasional, memilih anggota dan membentuk serta mengesahkan pleno komite pimpinan pusat.
 Pleno komite pimpinan pusat merupakan dan sebagai pimpinan tertinggi organisasi diantara dua kongres. Pleno komite pimpinan pusat memilih dan membentuk komite pelaksana harian untuk melaksanakan pimpinan sehari-hari diantara dua rapat pleno komite pimpinan pusat. Komite pelaksana harian membentuk sekretariat yang berwenang dalam soal-soal teknis administratif dan pelaksanaan keputusan politik yang diambil oleh komite pimpinan pusat, memilih sekretariat komite pelaksana harian yang terdiri dari ketua atau sekretaris jenderal, menentukan departemen-departemen atau badan organisasi lainnya sesuai dengan kebutuhan serta memilih dan menetapkan pimpinan-pimpinan departemen dari anggota komite pimpinan pusat tersebut. Sedangkan anggota sekretariat bisa dari anggota organisasi biasa.
 Konferensi merupakan rapat besar daerah tingkat provinsi sampai ketingkat basis merupakan dan sebagai pimpinan tertinggi dari tingkatan organisasi tersebut, serta memilih dan membentuk anggota-anggota komite pimpinan organisasi tersebut sesuai dengan tingkatannya, seperti : komite pimpinan provinsi atau komite pimpinan pabrik atau kampus. Rapat pleno komite pimpinan-komite pimpinan organisasi ini merupakan pimpinan tertinggi diantara dua konferensi, sementara komite pimpinan daerah atau basis merupakan pimpinan tertinggi diantara dua rapat pleno komite pimpinan organisasi tersebut.
Pembangunan Organisasi Massa
Hari ini di Indonesia sudah bermunculan berbagai organisasi massa yang melakukan berbagai aksi-aksi. Namun hanya sebagian kecil yang memiliki garis demokrasi nasional dan mempunyai hari depan sosialis. Elemen maju dalam gerakan massa harus mempelopori bangkitnya gerakan massa secara luas dengan garis demokrasi nasional yang akan kita tingkatkan menjadi gerakan massa revolusioner. Pembangunan gerakan massa demokratis menuju gerakan massa revolusioner kita lakukan secara sistemastis dalam tahapan kerja massa. Hubungan yang erat dengan berbagai program perjuangan menjadi penekanan yang dalam. Karena kunci utamanya adalah kita harus mampu membangkitkan dan mengorganisasikan massa dalam waktu tertentu dan menjalankan program Revolusi Demokratis Nasional secara bertahap.
Pembangunan gerakan massa secara nyata diwujudkan dengan pembangunan organisasi massa dasar yaitu: organisasi yang patriotis, militan dan sejati dari kelas buruh, kaum tani (terutama buruh-tani, tani miskin, tani sedang bawah), perempuan, pemuda dan mahasiswa, profesional, kaum miskin kota, sukubangsa nasional, pekerja seni, dan anak-anak. Dasar pembangunannya adalah investigasi sosial terhadap persoalan mereka, pembangunan kontak (hubungan) melalui elemen-elemen termaju massa, dan kampanye massa. Kita harus bersandar dan mempercayai massa. Selama kita mampu menyerap kepentingan, kebutuhan, dan tuntutan mereka, kita akan mampu membangkitkan dan memberikan arahan yang revolusioner bagi gerakan mereka.
Tahapan Pembangunan
Langkah yang sistematis harus kita rumuskan dalam melakukan kerja pengorganisasian ini, dijalankan dengan metode pengorganisasian solid (ketat), bukan pengorganisasiani berbasis:
1. komunitas (community based organizing) yang menafikan garis kelas anti-imperialis dan antifeodal
2. advokatif berbasis kasus (multi-stakeholder case based advocacy and organizing) yang menafikan peran aktif dan potensi revolusioner
3. spesifikasi isu (issue based community organizing): mengkotak-kotakkan organisasi atau wadah berkumpulnya massa sesuai isu atau program yang spesifik, sehingga gerakan massa sulit untuk disatukan dalam menggempur akar masalah kemiskinan rakyat, seperti yang digembar-gemborkan oleh Lembaga Non-Pemerintah yang didanai oleh imperialis.
Pengorganisasian solid kita rumuskan dalam beberapa tahap, di mana dalam semua tahap kerja massa komprehensif (kerja di lapangan ideologi, politik, dan organisasi di tengah massa) kita lakukan sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan massa.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan organisasi massa:
1. Pembangunan organisasi massa baik di pedesaan atau perkotaan harus didasarkan pada basis kelas revolusi demokratis nasional, sebagai pijakan awalnya. Seperti di pedesaan ditekankan kepada buruh tani dan tani miskin, diperkotaan pada klas buruh dan setengah proletar.
2. Untuk memulainya kita dapat membangun hubungan dengan massa (kontak) dengan acak sesuai dengan inisiatif kita untuk mendekatkan diri pada massa. Ketika memasuki sebuah daerah kita bisa memanfaatkan pengembangan organisasi massa demokratis nasional yang sudah ada.
3. Di dalam massa terdapat elemen-elemen yang maju, menengah, dan terbelakang. Sikap kita adalah bersatu dengan yang maju agar dapat meningkatkan yang menengah, dan merebut simpati yang terbelakang. Kategorisasinya berdasarkan pekerjaan-pekerjaan teori dan praktek yang kita lakukan, karena tidak semua massa akan maju di banyak hal. Contoh: Kawan A maju dalam pekerjaan pengorganisasian namun lemah dalam pendidikan massa, Kawan B lemah dalam kegiatan kampanye massa namun maju dalam pendidikan massa, dan lain-lain. Tugas kita adalah memadukan mereka dalam sebuah kolektif yang memadukan kesatuan teori-praktek dan mentradisikan kehidupan kolektif. Kita jangan terlalu memilih atau konservatif dalam perekrutan masuk kolektif, namun jangan pula terlalu terbuka. Prinsip garis massa yang akan memandu kita memadukannya.
4. Karena pekerjaan ini yang akan memperkuat langgam kerja bertalian erat dengan massa, maka disiplin dan perilaku revolusioner harus dipegang erat. Kita harus menjadi contoh dalam prinsip hidup sederhana dan militan dalam berjuang.
Serikat Buruh
Organisasi yang didirikan untuk menghimpun perjuangan kelas buruh dalam memperjuangkan hak-hak sosial-ekonomi dan demokratisnya. Sebagai contoh: perjuangan kelas buruh untuk berserikat dan berpendapat; perjuangan untuk menuntut hak-haknya atas upah yang layak, jaminan kesehatan, dan sejenisnya.
Ada beberapa tingkatan kerja pengorganisasian buruh yakni:
 Serikat Buruh Tingkat Perusahaan: Organisasi yang didirikan untuk menghimpun perjuangan kelas buruh di satu pabrik dalam memperjuangkan hak-hak sosial-ekonomi dan demokratisnya
 Federasi: Federasi adalah gabungan dari berbagai serikat buruh dalam satu sektor atau jenis produksi yang sama. Contoh : buruh transportasi membentuk “serikat buruh transportasi”. Kemudian dari serikat buruh transportasi membentuk “federasi serikat buruh transportasi” secara nasional.
 Konfederasi: Konfederasi merupakan gabungan dari berbagai macam federasi serikat buruh. Contoh: federasi serikat buruh tekstil dan garmen; federasi serikat buruh metal dan tambang; federasi serikat buruh transportasi, membentuk “konfederasi serikat buruh”.
 Vaksentral (Pusat Gerakan Serikat Buruh): Vaksentral (Pusat Gerakan Serikat Buruh) adalah gabungan secara nasional dari berbagai macam formasi serikat buruh. Baik didasarkan pada sektor produksi atau jenis produksi maupun berdasakan daerah atau kewilayahan. Contoh: Konfederasi Serikat Buruh Indonesia yang bergabung dengan Serikat Buruh Jabotabek, Serikat Buruh Medan dan Sekitarnya dan lain-lain, untuk membentuk Pusat Gerakan serikat Buruh Indonesia.

MENEGEMEN PENGURANGAN RESIKO BENCANA KOMUNITAS.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, Tentang Penanggulangan Bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Sedangkan Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi
kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.

Banjir adalah dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.

Penyebab banjir diperkirakan karena tingginya sedimentasi pada bagian hilir sungai tersebut akibat material yang terbawa oleh air sungai. Sedimentasi ini akan menghalangi aliran air menuju laut

Tujuan dari penanganan bencana adalah untuk mengurangi “ suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarat yang menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan masyarakat tersebut baik dari segi materi, ekonomi dan/atau lingkungan, yang melampau kemampuan masyarakat tersebut untuk mengatasinya dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri”

Setiap orang berhak:
a. mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan bencana;
b. mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan ketrampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
c. mendapatkan informasi secara tertulis dan/atau lisan tentang kebijakan penanggulangan bencana.
d. berperan serta dalam perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaan program penyediaan bantuan pelayanan kesehatan termasuk dukungan psikososial;
e. berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan diri dan komunitasnya; dan
f. melakukan pengawasan sesuai dengan mekanisme yang diatur atas pelaksanaan penanggulangan bencana.

Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana. Mempertahankan lingkungan agar tetap baik merupakan bentuk penguranagan resiko bencana atau lingkungan yang baik akan mengurangi kemungkinan terjadinya bencana.





2.2. Rumusan Hasil Diskusi
2.2.1 Isu / kasus yang didiskusikan

a. Desa Nelan Indah;
Perusahaan Agromuko yang melakukan Galian C di sungai bantal, perusahaan punya izin perkebunan namun tidak memiliki izin melakukan penambangan galian c.
Galian c ini mengakibatkan pendangkalan di muara sungai sehingga masyarakat nelayan tidak dapat masukan kapal ke muara sungai. Galian c berada di hulu PDAM, sedangkan PDAM tidak melakukan proses penjernihan air, air sungai langsung di sampaikan/distribusikan ke masyarakat sehingga air menjadi keruh. Tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

b. Desa Sungai Ipuh
masyarakat akan membuka lahan di dalam TNKS. Perangkat desa telah mendapat teguran dari kehutanan, pemerintah desa telah melarang namun masyarakat tetap ingin membuka lahan.

c. Desa Air Beraw
Bagaimana masyarakat mau meluaskan lahan budidaya sedangkan lahan APL telah dikuasai perusahaan, bahkan sebagian hutan HPT telah jadi kebun perusahaan. Masyarakat yang membuka lahan di kawasan HPT di usir sedangkan perusahaan tidak.
Ada rencana pembangunan pabrik CPO yang berjarak sekitar 300 Meter dari pemukiman. Aktivitas perusahaan ini akan berdampak mengganggu masyarakat dan limbahnya akan mencemari sungai.

d. Serambi baru
Kasus sengketa tanah antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan sekarang telah memuncak, masyarakat akan merebut lahan tersebut dari perusahaan dengan menuntut PEMDA Mukomuko mendukung masyarakat.

2.2.2. Pengorganisasian
Organisasi merupakan Media rakyat untuk mencapai tujuan
Syarat sebuah organisasi;
1. Nama organisasi
2. Aturan (AD/ART)
3. Tujuan Organisasi
4. Stuktur/pengurus
5. Badan hukum
6. Anggota
7. Agenda kerja
8. Dana
Teknik menulis adalah dalam sebuah tulisan harus mengandung unsur 5-W 1-H atau dalam Bahasan Indonesia dikenal mengandung unsur menjawap Apa, Siapa, Kapan, Dimana, Mengapa Dan Bagaimana.
Langka-langka penyelesaian kasus/sengketa.
1. membuat surat permohonan/surat mandat ke lembaga advokasi
2. musyawarah desa dan antar desa.
3. konfrensi rakyat
4. resolusi konflik



REKOMENDASI DAN KESIMPULAN

3.1 Rekomendasi
• akan dilakukan pertemuan lanjutan, untuk merancang aktivitas bersama. Pertemuan lanjutan ini akan dilakukan di Aula Pertemuan LPI pada tanggal 22 Desember 2009.
• Mencari fakta kerusakan lingkungan di masing-masing wilayah.
• Mmmenambah kawan-kawan (anggota Forum) dari desa-desa lain.
• Menyampaikan informasi kerusakan lingkungan ke Pemda Mukomuko dan Publik.
• Stop Penambangan pasir di sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan rakyat.


3.2 Kesimpulan
Langka-langka penyelesaian kasus/sengketa.
• membuat surat permohonan/surat mandat ke lembaga advokasi
• musyawarah desa dan antar desa.
• konfrensi rakyat
• resolusi konflik

Isu yang akan di usung bersama:
• Lestarikan sungai
• Pabrik dan limbahnya
• Sengketa tanah
• Izin HGU perkebunan besar di kabupaten mukomuko tidak diperpanjang.

Read More »»

Menhut Akui Kerusakan TNKS

Diposting oleh GreenIT Senin, 09 November 2009

Menhut Akui Kerusakan TNKS


MUKOMUKO – Untuk memastikan kondisi hutan Taman Nasional Kerinci-Sebelat (TNKS) masih terjaga kelestariannya, kemarin Menteri Kehutanan (Menhut) RI DR. H. MS. Kaban, M.Si memantau langsung kondisi hutan melalui udara dengan menggunakan helikopter. Dia mengaku prihatin, karena beberapa kawasan di hutan TNKS mulai dirambah dan mengalami kerusakan. Ini disampaikannnya saat bertatap muka dengan masyarakat dan kader PBB Mukomuko kemarin siang. Saaat memantau TNKS dari udara, Menhut mengajak Bupati Mukomuko, M Ichwan Yunus. ‘’Hasil pantauan hutan TNKS dari udara tadi, tingkat kerusakannya memang ada. Tentunya butuh pengawasan yang lebih ektsra lagi,’’ ujar Kaban.
Menurut dia, hutan TNKS saat ini sudah menjadi milik dunia dan sebagai paru-paru dunia. Karena itu jika terjadi kerusakan, maka dunia akan menyorotinya. Masyarakat dan pemerintah yang berada di sekitar hutan TNKS diminta lebih serius dalam menjaga kelestarian hutan tersebut. Usai memantau hutan TNKS, Ketua Umum PBB ini menggelar tatap muka dengan kader. Dalam pertemuan ini, ia mendengar keluhan masyarakat tentang keterbatasan lahan garapan. Ini disampaikan oleh salah seorang kader PBB asal Desa Pondok Baru Kecamatan Selagan Raya Aswir.

‘’Bagaimana kami bisa bertahan hidup pak, kalau lahan garapan tidak ada lagi. Padahal di lokasi itu ada bukti sejarah adat seperti kuburan nenek moyang kami. Kalau semuanya kawasan hutan TNKS, bagaimana nasib petani kecil ini? Tolong bapak menteri bebaskan lahan adat kami itu,’’ ujar Aswir.   Menanggapi keluhan Aswir, Kaban dengan tegas menyatakan bahwa hutan kawasan TNKS tidak boleh diganggu. Kalaupun ada bukti kepemilikan hutan adat di kawasan TNKS, pemerintah setempat harus memperjelaskan batas-batasnya. Jika memang ada hutan adat di kawasan hutan TNKS, petani hanya bisa menggarap. Tidak boleh memiliki lahan tersebut.
‘’Karena proses perizinan pemanfaatan hutan dalam TNKS tidak sembarangan. Karena harus persetujuan DPR RI,’’ ujar Kaban ramah.

Puji Bupati Mukomuko

Sebelum bertolak dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng, Jakarta, Menteri Kehutanan (Menhut) RI DR. H. MS. Kaban, M.Si memberikan apresiasi terhadap niat Bupati Mukomuko Drs. Ichwan Yunus untuk menyisihkan sebagian lahan Hutan Produksi Tetap (HPT) menjadi kawasan konservasi.

Menurutnya ide tersebut sangat cerdas dan startegis, mengingat prospek kawasan konservasi sangat bagus dimasa mendatang. Sebab adanya kawasan konservasi dapat mengundang investor, terutama investor yang bergerak dibidang perdagangan karbon.

“Menurut saya sangat strategis untuk menjadikan Mukomuko sebagai kawasan konservasi, tapi tentu kabupaten Mukomuko harus memiliki komitmen untuk menjalankan konservasi. Langkah Bupati Mukomuko untuk mengajak pihak swasta khususnya perusahaan punya lahan HPT, saya acungkan jempol,” puji M.S. Kaban.

Diuraikan Kaban, bila dihitung-hitung keuntungan kawasan konservasi ini bisa dua kali lipat. Tiap hektar bisa menghasilkan 28 ton karbon per tahun. “Nah kalau dikalikan 6.000 hektar dikali 8 dolar/hektar/tahun, silahkan dihitung saja keuntungan yang didapat daerah. Tambah lagi kalau dihitung dari kontribusi kemampuan kawasan konservasi untuk mengabsorb (serap) karbon dioksida,” paparnya. Kawasan konservasi di lahan HPT di Mukomuko juga bisa dijadikan sebagai pelindung dan mempertahankan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Kawasan tegakkan hutan di wilayah Mukomuko pun dinilai Kaban masih sangat baik. Diungkapkan, Provinsi Jambi sudah lebih dulu menerapkan kawasan restorasi ekosistem. Kawasannya bahkan jauh lebih luas dari kawasan konservasi yang akan dibuat di Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Di Jambi, pemerintah setempat menyediakan lahan HPT yang dikonversi menjadi lahan konservasi hingga 11 ribu hektar. Sementara di Mukomuko, Bengkulu hanya beberapa ribu hektar saja. “Kalau di Bengkulu luasnya masih sangat kecil kalau dibandingkan dengan Jambi. Di Bengkulu hanya ada beberapa ribu hektar saja,” kata Kaban, membandingkan.   Lantas bagaimana dengan kawasan TNKS yang saat ini kondisinya banyak dirambah oleh masyarakat yang berada di tepian hutan untuk dijadikan perkebunan sawit? Kaban mengatakan, hal tersebut sebenarnya bisa menjadi persoalan hukum. Karena kawasan TNKS dilindungi undang-undang dan tak boleh dirambah. Namun ia menyarankan agar pemerintah bisa mengupayakan tukar ganti lahan.

Disisi lain, Kaban mengingatkan pada kepala daerah baik di tingkat I maupun di tingkat II, berhati-hati dalam memberikan izin perubahan kawasan terhadap investor. Ini belajar dari banyaknya kepala daerah yang tersandung masalah hukum lantaran tak mempelajari secara mendalam peraturan tentang kawasan hutan. “Telaah dulu secara seksama. Jangan sampai timbul masalah dikemudian hari, setelah tidak lagi menjabat, masalah hukum menjerat. Lebih baik ikuti dan patuhi saja peraturan yang ada,” demikian Kaban.

Temu Kader

Seperti pejabat lainnya, kunjungan Kaban ke Mukomuko kemarin selain dalam rangka dinas juga dimanfaatkan untuk konsolidasi partai. Kedatangannya di Mukomuko kemarin disambut massa yang mengenakan kaos partai bulan bintang (PBB). Di halaman parkir Bandara Mukomuko dan jalan sepanjang Bandara menuju rumah dinas bupati diwarnai bendera PBB. Kaban juga menyempatkan diri bertatap muka dengan kader PBB. ‘’Memang PBB ini partai kecil. Tapi tidak bisa diremehkan. Karena PBB bisa saja menyalip partai-partai besar. Partai besar itu umpamanya sebuah mobil mewah yang berukuran besar dan elit. Sementara partai PBB ini hanya sebuah mobil Karimun yang kecil. Tapi jangan salah, mobil kecil ini bisa saja nyalip mobil besar yang mewah itu. Tapi ketika sopir mobil besar itu ngantuk,’’ ujar Kaban sambil guyon yang disambut aplus kader PBB yang hadir di aula pertemuan Hoten Bumi Batuah kemarin.

Oleh-Oleh Sambol Lokan

Menteri Kehutanan RI DR. H. MS. Kaban, M.Si ternyata sangat menyukai makanan khas Mukomuko, sambal lokan (rendang lokan). Dia sengaja memesan sambal lokan melalui protokolernya. Ini diakui oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko Ny. Hj. Rosna Ichwan.   Karena sudah dipesan sehari sebelum berkunjung, sehingga Rosna langsung memasak sambal lokan sebanyak 700 biji. Kemarin sambal lokan yang sudah dimasak itu dibungkus rapi-rapi untuk dibawa oleh Kaban ke Jakarta. ‘’Katanya Menhut suka makan sambal lokan. Makanya kami langsung mencari dan memasak lokan asli Mukomuko,’’ ujar Rosna.

Saat berkunjung ke Mukomuko kemarin kebetulan Menhut sedang berpuasa. Sehingga tidak sempat menyicipi berbagai menu yang telah disiapkan oleh TP PKK Kabupaten Mukomuko. Kunjungan ke Mukomuko kemarin tergolong singkat. ‘’Saya mohon maaf ya, karena perjalanan kami ini menggunakan helikopter. Tentunya helikopter itu dikuasai oleh pilotnya. Sekarang pilotnya menyatakan sebentar lagi cuaca buruk. Sebagai penumpang harus mengikuti saran pilot,’’ ujar Kaban sembari pamit.
--------------------------------------------------------------------------------------- 
Rakyat Bengkulu
Rabu, 25 Februari 2009

Read More »»

INDONESIA KEHILANGAN DUA PULAU KECIL DISEKITAR PULAU ENGGANO

Diposting oleh GreenIT Senin, 02 November 2009

Prees release. 10 Mei 2009
Kepala Suku Enggano Rafli Zen Kaitora mengatakan di sekitar pulau enggano telah hilang dua pulau yaitu pulau bangkai dan pulau satu. Pulau tersebut hilang karena tidak dijaga sehingga terjadi kerusakan lingkungannya dan kemudian hilang. Ia menambahkan, selama ini masyarakat enggano memanfaatkan pulau tersebut tempat mincing dan mondok saat mencari ikan. Selain pulau-pulau kecil disekitarnya, pulau enggano pun telah mengalami kerusakan, kerusakan hutan pantai, hutan mangrove dan trumbu karang. Kerusakan ini telah memunculkan dampak seperti abrasi pantai dan keringnya sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat.
  
Terkait kecepatan abrasi di pulau yang terdapat di tengah samudra hindia ini, Rafli mengatakan bangunan yang dibangun sekitar tahun 1978 dengan jarak sekitar 30 meter dari bibir pantai sekarang telah dimakan laut. Kalau seperti ini, artinya Pulau Enggano semakin kecil dan tidak menutup kemungkinan kedepan nasipnya akan sama dengan Pulau Satu dan Pulau Bangkai. Keberadaan pulau yang dihuni 2.500 jiwa dan luas sekitar 40 ribu hektar ini sangat penting bagi masyarakat dan Negara, terutama karena statusnya sebagai salah satu pulau terdepan di Ripublik Indonesia. 

Read More »»

Profile

Diposting oleh GreenIT Selasa, 20 Oktober 2009

Yayasan kanopi didirikan pada tanggal 11 Oktober 1999 yang dilatar belakangi oleh keprihatinan atas kondisi pengelolaan sumber daya alam yang berdampak kepada buruknya kualitas lingkungan. Dalam perkembangannya organisasi ini bekerja pada sektor issue perbaikan lingkungan dengan cara mendorong komunitas dan parapihak terutama pemerintah untuk tegas dalam memberlakukan peratutan yang berhubungan dengan keselamatan manusia. Sebagai lembaga advokasi, upaya kampanye, lobby dan melakukan penguatan parapihak terutama masyarakat adalah fokus agenda yang dijalankan. Berdasarkan hasil rencana strategis tahun 2008-2009, maka sekarang ini Kanopi Bengkulu berupaya melakukan agenda yang berhubungan dengan pengelolaan pesisir Bengkulu.
Alamat Lengkap
Jl.letkol santoso RT/RW 01/01 No 60A kelurahan pasara melintang Kota bengkulu kode pos 38115Telp/fax; 0736 347150e-mail: kanopi@telkom.net

Read More »»

Ruang Diskusi


ShoutMix chat widget

Web Desaigner

Web Desaigner
javascript:void(0)